Latest Posts

PENGERTIAN HARAPAN


Harapan adalah sesuatu yang diinginkan oleh setiap manusia dimasa depan. Setiap manusia mempunyai harapan yang berbeda-beda. Manusia tanpa adanya harapan berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya. Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing. Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan itu sendiri. Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi, sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi.

Persamaan harapan dan cita-cita adalah keduanya menyangkut masa depan dan belum terwujud, dan keduanya menginginkan atau mengharapkan hal yang lebih baik lagi. Harapan dan cita-cita biasanya terealisasikan beriringan seiringan berjalannya waktu. 

Contoh dari harapan adalah saat seorang mahasiswa mengharapkan lulus dengan memiliki label cumlaude.

SEBAB MANUSIA MEMPUNYAI HARAPAN


1. Dorongan Kodrat
Kodrat adalah sifat, keadaan atau pembawaan alamiah yang sudah terwujud dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan.
Dorongan kodrat menyebabkan manusia mempunyai keinginan atau harapan, misalnya menangis, tertawa, sedih, dan bahagia.

Dalam diri manusia masing-masing sudah terjelma sifat, kodrat pembawaan dan kemampuan untuk hidup bergaul, hidup bermasyarakat, dan hidup bersama dengan manusia lain.

2.Dorongan Kebutuhan Hidup

Manusia memiliki kebutuhan hidup, umumnya adalah kebutuhan jasmani dan rohani. Untuk memenuhi kebutuhan itu manusia harus bekerja sama dengan manusia lain. Hal ini disebabkan karena kemampuan manusia sangat terbatas baik kemampuan fisik maupun kemampuan berpikirnya.


DOA

DOA (DU’A) adalah memohon atau meminta pertolongan kepada Allah SWT. Akan tetapi bukan berarti hanya orang-orang yang sedang ditimpa musibah saja yang layak memanjatkan doa. Dalam keadaan segar-bugar dan tidak kekurangan suatu apa pun, sebagai manusia, kiranya kita layak berdoa. Setidaknya berdoalah memohon perkenan Allah SWT untuk mengampuni segala dosa-dosa, baik yang kita segaja maupun tidak. Juga meminta tetap diberi kekuatan iman dan kesehatan agar dapat melaksanakan segala perintah-Nya. Lalu memohon perlindungan-Nya dari gangguan setan dan hawa nafsu kita sendiri supaya tidak terjerembab dalam jurang maksiat.

Fungsi doa:

Doa merupakan unsur yang paling esensial dalam ibadah. Muhammad Rosulullah saw. bersabda: "Tidak ada sesuatu yang lebih mulia di sisi Allah Ta’ala dibandingkan doa". (HR. Ahmad, Bukhori, Tirmidzi dan Nasai) Sebab sebagaimana diriwayatkan oleh Tirmidzi dari Anas ra., menurut Nabi saw. doa adalah ibadah karena:

a.  Mematuhi perintah Allah SWT, yakni firman-Nya: "Berdoalah kamu kepada-Ku, niscaya Aku mengabulkan doamu;

b.  Doa merupakan cermin menghambakan diri kepada Allah SWT; dan

c.  Pengakuan, bahwa hanya Allah SWT Yang Maha Berkuasa dan Maha Berkehendak, sehingga hanya Dia-lah yang           dapat mengabulkan dan mewujudkan segala keinginan kita.

KEPERCAYAAN

Kepercayaan adalah keinginan atau keyakinan seseorang untuk bertumpu kepada orang lain. Kepercayaan merupakan sikap psikologis seseorang yang menganggap suatu premis itu dinyatakan benar adanya.

KEPERCAYAAN DAN USAHA UNTUK MENINGKATKANNYA

Kepercayaan dibagi empat yaitu;

1. Kepercayaan pada diri sendiri
2. Kepercayaan pada Tuhan
3. Kepercayaan pada orang lain
4. Kepercayaan kepada pemerintah

Berbagai usaha dilakukan manusia untuk meningkatkan rasa percaya kepada Tuhannya. Usaha itu bergantung kepada pribadi kondisi, situasi dan lingkungan. Usaha itu antara lain :

   1. Meningkatkan ketakwaan kita dengan jalan meningkatkan ibadah.
   2. Meningkatkan pengabdian kita kepada masyarakat.
   3. Meningkatkan kecintaan kita kepada sesama manusia dengan jalan suka menolong, dermawan  dan sebagainya.
   4. Mengurangi nafsu mengumpulkan harta yang berlebihan.
   5. Menekan perasaan negatif seperti iri, dengki, fitnah dan sebagainya



PENGERTIAN KEGELISAHAN


Kegelisahan berasal dari kata “gelisah”. Gelisah artinya rasa yang tidak tentram di hati atau merasa selalu khawatir, tidak dapat tenang, tidak sabar lagi, cemas dan sebagainya. Kegelisahan menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun perbuatannya, artinya merasa gelisah, khawatir, cemas atau takut dan jijik. Rasa gelisah ini sesuai dengan suatu pendapat yang menyatakan bahwa manusia yang gelisah itu dihantui rasa khawatir atau takut. Terlarut dalam kegelisahan dalam waktu yang lama akan menghilangkan kemampuan untuk merasa bahagia.

Tanpa kita sadari kita sendirilah yang menyebabkan kegelisahan itu muncul.Kegelisahan yang kita ciptakan berasal dari rasa takut yang berlebihan dan kebanyakan dari khayalan-khayalan liar yang muncul dalam diri kita.

PENYEBAB DAN GEJALA TIMBULNYA KEGELISAHAN

Kegelisahan dapat terlihat dari tingkah laku atau gerak gerik seseorang yang muncul dalam situasi tertentu. Gerak-gerik atau tingkah laku orang yang gelisah contohnya, berjalan mondar mandir, merenung, menyendiri, menggigit bibirnya, memainkan jari-jarinya, dan terkadang menyeletukkan kata yang hanya dia sendiri mengerti.

Bentuk- bentuk kegelisahan manusia berupa keterasingan, kesepian, ketidakpastian. Perasaan-perasaan semacam ini silih berganti dengan kebahagiaan, kegembiraan dalam kehidupan manusia.  Tentang perasaan kegelisahan ini, Sigmund Freud membedakannya menjadi tiga macam, yaitu :

1.    Kegelisahan Obyektif (Kenyataan)

Kegelisahan ini mirip dengan kegelisahan terapan dan kegelisahan ini timbul akibat adanya pengaruh dari luar atau lingkungan sekitar.

Contoh :  Tini seorang ibu muda, mempunyai anak berumur dua tahun, Tina namanya. Tina tumbuh sehat, montok, lucu, lincah, dan sangat akrab dengan ibunya. Hampir seluruh waktu Tini tercurahkan untuk Tina. Ia keluar kerja demi Tina, anak yang baru seorang itu. Sekonyong-konyong Tina sakit ; muntah-muntah disertai buang air. Tini bingung, anaknya segera dibawa kerumah sakit. Kata dokter, Tina harus dirawat di rumah sakit dan tidak boleh ditunggui. Tina menangis terus, tetapi ibunya harus meninggalkannya. Tini gelisah, cemas, khawatir, memikirkan nasib anaknya. Pada contoh tersebut jelas bagi kita, bahwa kegelisahan yang diderita oleh ibu Tini adalah karena adanya bahaya dari luar yang mengancam anaknya.

2.    Kegelisahan Neurotik (Saraf)

Kegelisahan ini berhubungan dengan sistem syaraf. Syaraf-syaraf yang bekerja secara alami ketika tubuh merasa terancam atau mengetahui akan ada suatu hal berbahaya yang akan terjadi. Tubuh tidak diperintahkan untuk melakukannya. Singkatnya kegelisahan ini ditimbulkan oleh suatu pengamatan tentang bahaya naluriah.
Contohnya: Kegelisahan para peserta Indonesia Mencari Bakat ketika akan mengetahui siapa yang harus pulang pada malam mereka tampil dan kegelisahan murid-murid sekolah ketika menunggu hasil ujian akhir.

3.    Kegelisahan moral


Kegelisahan ini mucul dari dalam diri sendiri. Sebagian besar karena rasa bersalah atau malu dalam ego yang ditimbulkan oleh suatu pengamatan bahaya dari hati nurani. Hal ini timbul karena pada dasarnya setiap manusia mempunyai hari nurani dan sadar atau tidak mereka tahu mana hal yang benar dan mana yang salah. Walaupun mereka melakukan kejahatan, setiap orang pastilah tahu hal yang dilakukannya itu adalah salah. Keadaan mungkin yang memaksa mereka melakukannya. Jadi, mereka tetap mempunyai rasa bersalah dan mengalami kegelisahan moral itu. Contohnya: Setelah terungkap permasalahan korupsi di tubuh KPU, banyak pihak yang terkait merasa gelisah.

CARA MENGATASI KEGELISAHAN
  1. Berfikir secara logis                                                                                                             Instropeksi diri akibat yang paling buruk yang bagaimanakah yang akan kita tanggung atau yang  akan terjadi,mengapa hal itu terjadi,apa penyebabnya dan sebagainya.
  2. Menerima sesuatu yang telah terjadi
  3. Berdoa kepada Tuhan.

KETERASINGAN


Keterasingan berasal dari kata terasing, asal kata dari kata dasar asing. Kata asing berarti sendiri, tidak dikenal orang, sehingga kata terasing berarti tersisihkan dari pergaulan, terpisahkan dari yang lain,atau terpencil. Jadi, keterasingan berarti hal-hal yang berkenaan dengan tersisihkan dari pergaulan, terpisah dari yang lain atau terpencil. Apapun makna yang kita lekatkan pada istilah keterasingan, yang jelas ia merupakan bagian dari hidup manusia. Sebagai bagian dari hidup manusia, sebagaimana juga kegelisahan, maka keterasingan pun memiliki sifat universal. Ini berarti bahwa keterasingan tidak pernah mengenal perbedaan manusia. Sebentar ataukah lama setiap orang akan pernah mengalami keterasingan ini, meskipun kadar atau penyebabnya berbeda-beda

Sebab-sebab keterasingan:
  • Sikap rendah diri                                                                                                                        Sikap rendah diri merupakan sikap yang kurang baik. Sikap ini ditunjukan seseorang yang merasa tidak berguna, tidak dibutuhkan, tidak berharga sama sekali.
  • Keterasingan karena cacat fisik
  • Keterasingan karena sosial-ekonomi
  • Keterasingan karena pendidikan rendah
  • Keterasingan karena perbuatannya
  • Kerinduan                                                                                                                                       Kadang-kadang keterasingan disebabkan pula oleh rasa kerinduan yang begitu hebat baik terhadap keluarga, teman, suasana,atau bahkan terhadap suatu tempat. Adalah satu hal yang wajar apabila seseorang  yang berada jauh dari keluarga akan merasakan kerinduan yang begitu hebat terhadap keluarganya. Dalam kondisi yang demikian ini tidak heran kalau kemudian yang bersangkutan merasa terasing, kendatipun lingkungan sekitarnya mampu memenuhi kebutuhannya.     
Usaha untuk mengatasi keterasingan:

Keterasingan biasanya terjadi karena sikap sombong, angkuh, pemarah, kaku, rendah diri, atau karena perbuatan yang melanggar norma hukum. Untuk mengatasi keterasingan ini diperlukan kesadaran yang tinggi. Orang bersikap demikian karena menganggap semua yang mereka lakukan adalah benar.Lain halnya dengan orang yang rendah diri. Orang yang mempunyai sifat ini biasanya sadar akan kekurangannya. Untuk meningkatkan harga diri, ia harus banyak belajar dan bergaul. Pergaulan itu dilakukan sedikit demi sedikit dan terus meningkat, sehingga akhirnya menjadi biasa.

KESEPIAN

Kesepian berasal dari kata sepi yang berarti sunyi atau lengang, sehingga kata kesepian berarti merasa sunyi atau lengang, tidak berteman. Setiap orang pernah mengalami kesepian, karena kesepian bagian hidup manusia. Lama rasa sepi itu bergangung pada mental orang dan kasus penyebabnya. Bermacam sebab terjadinya kesepian, frustasi dapat mengakibatkan kesepian. Jadi kesepian itu akibat dari keterasingan. Keterasingan akibat sikap sombong, angkuh, kaku, keras kepala, sehingga dijauhi teman-teman sepergaulannya.

KETIDAKPASTIAN

Ketidak pastian berasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, tanpa arah yang jelas, tanpa asal-usul yang jelas. Ketidak pastian artinya keadaan yang pasti, tidak tentu, tidak dapat ditentukan, tidak tahu, keadaan tanpa arah yang jelas, keadaan tanpa asal-usul yang jelas itu semua adalah akibat pikirannya tidak konsentrasi. Ketidak konsentrasian disebabkan oleh berbagai sebab, yang jelas pikirannya kacau.






suit, man, and sexy image
PENGERTIAN DAN MAKNA TANGGUNG JAWAB


Tanggung jawab menurut kamus bahasa indonesia adalah, keadaan wajib menaggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggung jawab menurut kamus umum bahasa indonesia adalah berkewajiban menaggung, memikul,menanggung segala sesuatunya,dan menanggung akibatnya.

Tanggung jawab itu bersifat kodrat,artinya sudah menjadi bagian dari hidup manusia, bahwa setiap manusia di bebani dengan tangung jawab. Apabila ditelaah tanggung jawab itu adalah kewajiban yang harus di pikul sebagai akibat dari perbuatan pihak yang berbuat.

JENIS-JENIS TANGGUNG JAWAB

Tanggung jawab itu dapat dibedakan menurut keadaan manusia atau hubungan sayang dibuatnya. Atas dasar ini lalu dikenal beberapa jenis tanggung jawab yaitu :

a. Tanggung jawab terhadap diri sendiri
Tanggung jawab terhadap diri sendiri menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian. Dengan demikian bisa memecahkan masalah masalah kemanusiaan mengenai dirinya sendiri. Dalam hal ini manusia tidak luput dari kesalahan, kekeliruan, baik di sengaja maupun tidak.

b. Tanggung jawab terhadap keluarga
Keluarga merupakan masyarakat kecil. Keluarga terdiri dari suami-istri, ayah-ibu dan anak anak, dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga. Setiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab terhadap keluarganya. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan dan kehidupan.

c. Tanggung jawab terhadap masyarakat
Manusia membutuhkan manusia lain dalam kehidupan maka ia harus berkomunikasi dengan manusia lain tersebut. Sehingga dengan demikian manusia disini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat yang lain agar dapat melangsungkan hidupnya dalam masyarakat tersebut. Wajar apabila segala tingkah laku dan perbuatan harus di pertanggung jawabkan pada masyarakat.

d. Tanggung jawab terhadap bangsa dan negara
Dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia terikat oleh norma norma atau aturan aturan yang dibuat negara. Manusia tidak dapat berbuat semaunya sendiri. Bila perbuatan manusia itu salah, maka ia harus bertanggung jawab terhadap negara.

e. Tanggung jawab terhadap tuhan
Tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukuman hukuman tuhan yang dituangkan dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam agama. Pelanggaran dari hukuman-hukuman tersebut akan segera diperingatkan oleh tuhan dan jika dengan peringatan yang keras pun manusia masih juga tidak menghiraukan maka tuhan akan melalukan kutukan.

PENGERTIAN PENGABDIAN

Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat, ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormat, atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas. Pengabdian bisa disebut juga sebagai rasa tanggung jawab.

MACAM-MACAM PENGABDIAN

-          Pengabdian terhadap Tuhan yang MahaEsa : Penyerahan diri secara penuh terhadap Tuhan dan merupakan perwujudan tanggung jawabnya yang juga diikuti oleh pengorbanan.

-          Pengabdian kepada masyarakat : Timbul karena manusia dibesarkan dan hidup dalam masyarakat, sehingga sebagai perwujudan tanggung jawabnya kemudian melakukan pengabdian juga pengorbanan.

-          Pengabdian kepada raja : Suatu penyerahan diri secara ikhlas kepada rajanya, karena dianggap yang melindunginya, walaupun sekarang jarang terjadi.

-          Pengabdian kepada negara : Timbul karena seseorang merasa ikut bertanggung jawab terhadap kelestarian (kelangsungan) negara dan demi persatuan kesatuan bangsa.

-          Pengabdian kepada harta: Ini terjadi karena seseorang memandang bahwa harta yang menghidupinya, sehingga tindakan- tindakannya semata- mata demi harta.

-          Pengabdian kepada keluarga: Timbul karena keinginan untuk membahagiakan keluarga dengan terpenuhinya kebutuhan secara lahir dan batin secara layak.

Contoh Pengabdian :

Seorang guru di suatu desa terpencil harus menempuh perjalanan lebih dari 3 jam melewati sungai dan bukit-bukit yang tidak mudah untuk mengemban tugasnya mengajar di sebuah sekolah yang bahkan tidak memiliki banyak murid, namun guru itu tetap mengajar meskipun harus melewati usaha yang berat dalam mencapai sekolah.

PENGERTIAN PENGORBANAN

Pengorbanan adalah pemberian yang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus serta ikhlas tanpa mengharapkan pamrih maupun belas kasihan. Pengabdian lebih banyak menunjuk kepada perbuatan sedangkan pengorbanan lebih banyak menunjuk kepada pemberian. Dalam pengadian selalu dituntut pengorbanan, tapi belum tentu pengorbanan menuntut pengabdian.

MACAM-MACAM PENGORBANAN

-          pengorbanan harta benda

-          pengorbanan pikiran

-          pengorbanan perasaan

-          pengorbanan tenaga

CONTOH PENGORBANAN

Seorang ibu rela mengesampingkan keinginannya dalam membeli sesuatu untuk dirinya sendiri, demi membeli kebutuhan anak-anaknya, meskipun hanya keinginan kecil, seorang ibu mengorbankan waktu istirahatnya untuk menjaga anaknya.

Referensi:

http://jumali27jm.blogspot.com/2012/01/makna-tanggung-jawab.html

http://arhaadesin.blogspot.com/2012/06/perbedaan-pengabdian-dan-pengorbanan.html



PENGERTIAN PANDANGAN HIDUP

Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup seseorang di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasarkan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya. Pandangan Hidup merupakan suatu landasan untuk membimbing kehidupan jasmani dan rohani. Pandangan hidup ini sangat bermanfaat bagi kehidupan individu, masyarakat, atau negara.


Semua manusia pasti mempunyai suatu pandangan hidup sendiri – sendiri dan kemungkinan berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Tak sedikit pula orang yang mempunyai pandangan hidup yang sangat bertentangan dengan pandangan hidup orang yang lainnya, itulah yang sering memicu perdebatan diantara umat manusia dalam kehidupan sehari hari

MACAM-MACAM PANDANGAN HIDUP

Pandangan hidup sangat bervariatif. Akan tetapi pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasarkan asalnya yaitu terdiri atas tiga macam.

-          Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.

-          Pandangan hidup yang berupa ideology yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada Negara tersebut.

-          Pandangan hidup hasil renungan yakni pandangan hidup yang relative kebenarannya.

PANDANGAN HIDUP SEORANG MUSLIM

Setiap umat atau kaum memiliki pandangan hidup sebagai sikap dasar dalam berpikir dan bertingkah laku. Bangsa Indonesia memiliki pandangan hidup yang tersimpul dalam Pancasila. Bangsa Amerika memiliki Way of Life of Amerika yang khas. Sebagai pemeluk agama Islam maka setiap muslim juga harus mempunyai pandangan hidup.

Al Qur’an dan Al Hadits sebagai sumber utama ajaran Islam. Maka di dalamnya terkandung peraturan-peraturan tentang segala aspek kehidupan yang sifat mengikat bagi setiap orang yang mengaku sebagai seorang muslim untuk melaksanakannya sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Al Qur’an :
“Dan Kami (Allah) tiada membebani seseorang melainkan menurut kesanggupannya dan pada sisi Kami ada suatu Kitab yang membicarakan kebenaran dan mereka tiada dianiaya.” (Q.S. Al Mukminun : 62)

Dalam melaksanakan (mengamalkan) isi al Qur’an dan Al Hadits setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Akan tetapi dalam ayat di atas memberikan isyarat bahwa setiap muslim dituntut untuk taat semaksimal mungkin dan bukan seenaknya sendiri. Siapa yang enggan dan diliputi perasaan malas melaksanakan perintah dan menjauhi laranganNYA, maka iapun akan mendapatkan balasan setimbang dengan itu. Dan siapa yang bersungguh-sungguh melaksanakan dan mengamalkan isi Kitab Allah dan Sunah Nabi SAW maka ia pun akan mendapatkan balasan keutamaan sebagaimana dijelaskan dalam ayat diatas bahwa segala amal perbuatan manusia di catat dalam suatu kitab di sisi allah SWT dan setiapa manusia akan diberikan balasan sebagaimana amal perbuatannya ketika di dunia.

IDEOLOGI

Istilah ideologi berasal dari kata ‘idea' (inggris) yang berarti gagasan, konsep, pengertian dasar, cita-cita; dan kata 'logi' yang dalam bahasa Yunani logosartinya ilmu atau pengetahuan. Secara Harfiah, Pengertian Ideologi adalah pengetahuan tentang gagasan-gagasan, pengetahuan tentang ide-ide,science of ideas atau ajaran tentang pengertian-pengertian dasar.

HAK IDEOLOGI

Dinilai dari jenisnya, Hak Ideologi dibagi menjadi dua yaitu:

-          Ideologi Terbuka

Ideologi terbuka  bersifat inklusif, tidak totaliter dan tidak dapat dipakai

melegitimasi kekuasaan sekelompok orang. Ideologi terbuka hanya berada dalam sistem pemerintahan yang demokratis. Ideologi terbuka merupakan ideologi yang hanya berisi suatu orientasi dasar, sedangkan penerjemahannya ke dalam tujuan-tujuan dan norma-norma sosial-politik selalu dapat dipertanyakan dan disesuaikan dengan nilai dan prinsip moral yang berkembang di masyarakat.

-          Ideologi Tertutup

Ajaran atau pandangan dunia atau filsafat yang menentukan tujuan-tujuan dan norma-norma politik dan sosial, yang dinyatakan sebagai kebenaran yang tidak boleh dipersoalkan lagi, melainkan harus dipatuhi. Ideologi tertutup bersifat Dogmatis dan Apriori, dogmatis berarti mempercayai suatu keadaan tanpa data yang valid, sedangkan apriori , yaitu berprasangka terlebih dahulu akan suatu keadaan. Ideologi tertutup tersebut dipaksakan berlaku dan dipatuhi oleh masyarakat yang di atur oleh masyarakat elit tertentu atau kelompok masyarakat , yang berarti bersifat otoriter dan dijalankan dengan cara yang totaliter. bersifat totaliter berarti menyangkut seluruh aspek kehidupan.

CITA-CITA

Definisi dari cita-cita adalah keinginan, harapan, atau tujuan yang selalu ada dalam pikiran.
Cita-cita itu perasaan hati yang merupakan suatu keinginan yang ada dalam hati. Cita-cita yang merupakan bagian atau salah satu unsur dari pandangan hidup manusia, yaitu sesuatu yang ingin digapai oleh seseorang melalui usaha. Sesuatu bisa disebut dengan cita-cita apabila telah terjadi usaha untuk mewujudkan sesuatu yang dianggap cita-cita itu.

Contoh dari cita-cita: Emir ingin menjadi seorang young enterpreneur.

PENGERTIAN KEBAJIKAN

Kebajikan merupakan suatu tindakan, perilaku, kebiasaan untuk berbuat bajik atau baik atau dalam kondisi ideal merupakan perilaku yg telah dapat mengikuti tuntunan watak sejati secara alami. Kebajikan atau kebaikan pada hakikatnya adalah perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan norma-norma agama atau etika.

FAKTOR-FAKTOR PENENTU TINGKAH LAKU SEORANG

-          Ciri-ciri biologis, mencakup: Umur, jenis kelamin, status perkawinan, jumlah atau banyaknya tanggungan, masa kerja.

-          Kepribadian, kepribadian sebagai cara dengan mana individu bereaksi dan berinteraksi dengan orang lain. Bentuk-bentuk kepribadian pada akhirnya mempengaruhi perilaku organisasi.

-          Kemampuan, kapasitas seseorang untuk melaksanakan beberapa kegiatan dalam satu pekerjaan. Untuk mencapai tujuan organisasi diperlukan kemampuan yang terstruktur untuk mengeksploitasi kinerja-kinerja yang menghasilkan produktifitas.

-          Pembelajaran atau Belajar, perubahan yang relatif konstan dalam tingkah laku yang terjadi karena adanya pengalaman atau latian. Belajar tidak hanya mengubah sikap dan pikiran tetapi yang lebih penting lagi belajar harus mengubah perilaku subjek ajar.

-          Sikap, faktor yang harus dipahami agar dapat memahami individu lain. Dengan saling memahami sikap individu maka organisasi dapat berjalan dengan baik.

-          Persepsi, merupakan suatu proses memperhatiakan dan menyeleksi, mengorganisasikan, dan menafsirkan stimulus lingkungan.

-          Kepuasan kerja, kepuasan kerja mempengaruhi produktifitas atau kinerja karyawan, semakin puas individu tersebut dalam bekerja maka akan betah berada dalam organisasi.

-          Stress, dapat mengakibatkan tidak sinkronnya mental dan fisik individu, yang bisa menyebabkan menjadi tidak produktif individu tersebut dalam organisasi.

PENGERTIAN PERJUANGAN

Usaha/perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan mimpi dan keinginan. Setiap manusia harus kerja keras untuk melanjutkan hidupnya. Sebagian hidup manusia adalah usaha/perjuangan, perjuangan untuk hidup dan ini sudah kodrat manusia. Tanpa usaha/perjuangan manusia tak dapat hidup sempurna.
                                                     

Kerja keras itu dapat dilakukan denga otak/ilmu atau jasmani/tenaga, dan bisa juga keduanya. Para ilmuwan lebih banyak bekerja keras dengan otak/ilmunya daripada jasmani/tenaganya. Sebaliknya buruh bekerja keras dengan jasmani/tenaganya daripada otaknya. Kerja keras pada dasarnya menghargai dan menigkatkan harkat dan martabat manusia. Pemalas membuat manusia itu miskin, melarat dan tidak mempunyai harkat dan martabat. Karena itu tidak boleh bermalas – malasan, bersantai – santai dalam hidup ini.

TIGA ALIRAN FILSAFAT

-          Materialisme adalah paham yang memahami bahwa esensi kenyataan termasuk esensi manusia bersifat material atau fisik.

-          Idealisme adalah kebalikan dari materialisme yaitu lebih menekankan pada “idea” dunia roh. Menurut aliran ini, kenyataan sejati adalah bersifat spiritual.

-          Dualisme adalah ajaran yang menyatakan realitas itu terdiri dari dua substansi yang berlainan dan bertolak belakang. Masing-masing substansi bersifat unik dan tidak dapat direduksi, misalnya substansi adi kodrati dengan kodrati, Tuhan dengan alam semesta, roh dengan materi, jiwa dengan badan dan lain-lain.

-          Eksistensialisme aliran filsafat yang menyatakan bahwa cara berada manusia dan benda lain tidaklah sama.

-          Strukturalisme adalah aliran filsafat yang hendak memahami masalah yang muncul dalam sejarah filsafat

-          Empirisme aliran ini berpedoman pada kepercayaan yang telah dilalui melalui pengalaman.

-          Humanisme merupakan aliran yang bersifat individu lebih mengutamakan dan memberikan kemerdekaan dalam berpikir.

-          Rasionalisme akal merupaka satu-satunya sumber pengetahuan yang bisa dijadikan landasan dalam bertindak dan menentukan segala sesuatu

-          Kritisme merupakan aliran yang menjadi penghubung antara pandangan rasionalisme dan pandangan empirisme.

-          Konstruktivisme menyatakan bahwa pengetahuan bukanlah sesuatu yang bisa diperoleh hanya dengan bersikap pasif namun harus dibangun secara aktif.

KEYAKINAN

Keyakinan atau sebagian orang menyebutnya iman adalah sesuatu yang sakral dan dapat menembus tembok perbedaan yang ada dan dapat pula membuat tebal tembok perbedaan tsb. Bila orang-orang dari negara, suku, ras, gender, keluarga, kedudukan yang berbeda namun memiliki iman atau keyakinan yang sama maka perbedaan itu semua dapat melemah bahkan hancur. 

KEPERCAYAAN

Percaya dan Yakin harus kita bedakan, bila sesuatu sesuai dengan logika kita, maka kita dapat mempercayainya. Sedang bila kita telah mengalami sesuatu melalui ke-enam indera kita maka kita dapat meyakininya.

Contoh yang ekstrim adalah bila seseorang yang tinggal dipesisir pantai berkata bahwa ia tidak bisa berenang, biasanya kita cenderung tidak percaya karena tidak sesuai dengan logika kita. Namun bila orang tersebut kita ajak kekolam renang dan kita ceburkan kekolam renang lalu alhasil yang bersangkutan tewas karena tenggelam, maka kita menjadi yakin bahwa memang dia tidak bisa berenang.

LANGKAH-LANGKAH PANDAGAN HIDUP YANG BAIK

Kita seharusnya mempunyai langkah-langkah berpandangan hidup ini. Karena hanya dengan mempunyai langkah-langkah itulah kita dapat memperlakukan pandangan hidup sebagai sarana mencapai tujuan dan cita-cita dengan baik. Adapun langkah-langkah itu sebagai berikut :
                                             
-          Mengenal

Mengenal merupakan suatu kodrat bagi manusia yaitu merupakan tahap pertama dari setiap aktivitas hidupnya yang dalam jal ini mengenal apa itu pandangan hidup.

-          Mengerti

Tahap kedua untuk berpandangan hidup yang baik adalah mengerti. Mengerti disini dimaksudkan mengerti terhadap pandangan hidup itu sendiri. Apabila dalam bernegara kita berpedoman pada Pancasila, maka dalam berpandangan hidup pada Pancasila kita hendaknya mengerti apa Pancasila dan bagaimana mengatur kehidupan bemegara. Begitu juga bagai yang berpandangan hidup pada agama Islam. Hendaknya kita mengerti apa itu Al-Qur'an, Hadist dan ijmak itu dan bagaimana ketiganya itu mengatur kehidupan baik di dunia maupun di akherat.

-          Menghayati

Menghayati disini dapat diibaratkan menghayati nilai-nilai yang terkandung didalamnya, yaitu dengan memperluas dan mernperdalam pengetahuan mengenai pandangan hidup itu sendiriJadi dengan menghayati pandangan hidup kita akan memperoleh mengenaikebenaran tentang pandangan hidup itu sendiri

-          Meyakini

Setelah mengetahui kebenaran dan validitas, baik secara kemanusiaan, maupun ditinjau dari segi kemasyarakatan maupun negara dan dari kehidupan di akherat, maka hendaknya kita meyakini pandangan hidup yang telah kita hayati itu.

-          Mengabdi

Pengabdian merupakan sesuatu hal yang penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu yang telah dibenarkan dan diterima baik oleh dirinya lebih-lebih oleh orang lain. Dengan mengabdi maka kita akan merasakan manfaatnya. Manfaat itu sendiri bisa terwujud di masa masih hidup dan atau sesudah meninggal yaitu di alam akherat.

-          Mengamankan

Kemungkinan merasakan bahwa dalam berpandangan hidup itu dia telah mengikutilangkah-langkah sebelumnya dan langkah-langkah yang ditempuhnya itu telah dibuktikan kebenarannya sehingga akibatnya bila ada orang lain yang mengganggunya maka dia pasti akan mengadakan suatu respon entah respon itu berwujud tindakan atau lainnya.


Refrensi:

dimazmarham.blogspot.com/2010/04/manusia-dan-pandangan-hidup.html

http://www.kompasiana.com/ghusyarahimapramudhitan/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-perilaku-individu-dalam-organisasi_551f737aa33311e32bb66ef3

  Read more: http://harissoekamti.blogspot.com/2012/06/usahaperjuangan-adalah-kerja-keras.html#ixzz3recamN7E

http://www.masbied.com/2011/07/02/keadilan-sebagai-kebajikan-moral-bagi-administrator/

http://www.kompasiana.com/nellymelati/macam-macam-aliran-filsafat-manusia-tokohnya-dan-pengertian-singkat-tentang-aliran_54f7acefa33311c6198b475d
PENGERTIAN KEADILAN


Menurut KBBI ( Kamus Besar Bahasa Indonesia ), kata keadilan berasal dari kata dasar adil. Adil mempunyai arti kejujuran, kelurusan, dan keikhlasan yang tidak berat sebelah. Dengan demikian, keadilan mengandung pengertian sebagai suatu hal yang tidak berat sebelah atau tidak memihak serta tidak sewenang-wenang.

Pengertian keadilan menurut beberapa ahli :

a.      Plato

Plato berpendapat bahwa keadilan adalah sesuatu hal yang berada di luar kemampuan manusia biasa. Sebagai upaya mewujudkan keadilan, masyarakat harus dikembalikan pada struktur aslinya.

b.      Aristoteles

Aristoteles berpendapat bahwa keadilan adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan yang dimaksud adalah titik tengah antara kedua ujung ekstrem, tidak berat sebelah, dan tidak memihak. Keadilan diuraikan secara mendasar oleh Aristoteles dalam buku ke-5 Nicomachean Ethics. Keadilan menurut Aristoteles dapat dibedakan menjadi lima macam sebagai berikut.

-          Keadilan distributif, yaitu keadilan yang berhubungan dengan distribusi jasa dan kemakmuran menurut kerja dan kemampuan.

-          Keadilan komutatif, yaitu keadilan yang berhubungan dengan persamaan yang diterima oleh setiap orang tanpa melihat jasanya.

-          Keadilan kodrat alam, yaitu keadilan yang bersumber pada kodrat atau hukum alam.

-          Keadilan konvensional, yaitu keadilan yang mengikat warga negara karena dikukuhkan melalui jalan kekuasaan.

-          Keadilan perbaikan, yaitu jika seseorang telah berusaha memulihkan nama baik orang lain yang telah tercemar.

Contoh keadilan :

a.       Tidak adil apabila koruptor diberikan hukuman yang ringan, sementara pencuri sepasang baju di beri hukuman yang berat.

b.      Adil jika seniman diberikan kebebasan untuk berkarya sesuai dengan kreatifitas dan kemampuannya masing-masing.

c.       Seorang ayah wajib melindungi anak dan istrinya dari orang-orang jahat.


SILA YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEADILAN

Sila kelima yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia mengandung makna, antara lain :

-          Mengembangkan perbuatan-perbuatan yang luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong-royong.

-          Bersikap adil.

-          Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.

-          Menghormati hak-hak orang lain.

-          Suka memberi pertolongan kepada orang lain.

-          Menjauhi sikap pemerasan terhadap orang lain.

-          Tidak bersifat boros.

-          Tidak bergaya hidup mewah.

-          Tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum.

-          Suka bekerja keras.

-          Menghargai hasil karya orang lain.

-          Bersama-sama berusaha mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.

LIMA WUJUD KEADILAN SOSIAL YANG DIPERINCI DALAM PERBUATAN DAN SIKAP

Untuk mewujudkan keadilan sosial tersebut, diperinci perbuatan dan sikap yang perlu dipupuk, yaitu :

-          Perbuatan luhur yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan

-          Sikap adil terhadap sesama, menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban serta menghormati hak-hak orang lain.

-          Sikap suka memberikan pertolongan kepada orang yang memerlukan.

-          Sikap suka bekerja keras.

-          Sikap menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat untuk mencapai kemajuan dan kesejahteraan bersama.

DELAPAN JALUR PEMERATAAN YANG MERUPAKAN ASAS KEADILAN

Dalam keadilan juga terdapat 8 jalur pemerataan yang merupakan asas keadilan sosial :



-          Pemerataan kebutuhan pokok baik sandang, pangan dan papan.

-          Pemerataan pembagian pendapatan.

-          Pemerataan kesempatan kerja.

-          Pemerataan kesempatan berpendapat.

-          Pemerataan berpartisipasi dalam suatu pembangunan.

-          Pemerataan kesempatan berusaha.

-          Pemerataan memperoleh pendidikan.

-          Pemerataan memperoleh kesehatan.

MACAM-MACAM KEADILAN

Ada Berbagai macam keadilan yang didefinisikan berlainan antara lain :

A. Keadilan Legal atau Keadilan Moral

Keadilan timbul karena penyatuan dan penyesuaian untuk memberi tempat yang sejalan dengan unsur-umsur yang membentuk suatu masyarakat. Keadilan terwujud dalam masyarakat apabila tiap anggota masyarakat melakukan fungsinya secara baik menurut kemampuannya. Fungsi penguasa ialah membagikan fungsi-fungsi dalam negara kepada masing-masing orang sesuai dengan kesesuaian itu. Setiap orang tidak mencampuri tugas dan urusan yang tidak cocok baginya.

Ketidakadilan terjadi apabila ada campur tangan terhadap pihak lain yang melaksanakan tugas-tugas yang selaras sebab hal itu akan menciptakan pertentangan dan ketidakserasian. Misalnya, seorang pengurus kesehatan mencampuri urusan pendidikan, atau seorang petugas pertanian mencampuri urusan petugas kehutanan. Bila itu dilakukan maka akan terjadi kekacauan.

B. Keadilan Distributif

Pendapat Aristoteles adalah keadilan akan terlaksana apabila hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama secara tidak sama. Sebagai contoh, Ahmad bekerja selama 90 hari sedangkan Doni bekerja 45 hari. Pada waktu diberikan hadiah harus dibedakan antara Ahmad dan Doni, yaitu perbedaan sesuai dengan lamanya bekerja. Andaikata Ahmad menerima Rp.500.000,- maka Doni harus menerima. Rp 300.000. Akan tetapi bila besar hadiah Doni dan Ahmad sama, justru hal tersebut tidak adil dan melenceng dari asas keadilan.

C. Keadilan Komutatif


Keadilan ini bertujuan untuk memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles pengertian keadilan itu merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam masyarakat. Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrim menjadikan ketidakadilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat.

Ada beberapa pendapat yg lain dari para ahli filsafat. Seperti:

– Menurut Socrates , keadilan tercipta bilamana warga negara sudah merasakan bahwa pihak pemerintah sudah melaksanakan tugasnya dengan baik.

– Menurut Kong Hu Cu, Keadilan terjadi apabila anak sebagai anak, bila ayah sebagai ayah, bila raja sebagai raja, masing-masing telah melaksanakan kewajibannya.

PENGERTIAN KEJUJURAN DAN HAKEKAT KEJUJURAN

Kata jujur adalah kata yang digunakan untuk menyatakan sikap seseorang. Bila seseorang berhadapan dengan suatu atau kejadian maka seseorang itu akan memperoleh gambaran tentang sesuatu atau kejadian tersebut. Bila seseorang itu menceritakan informasi tentang gambaran tersebut kepada orang lain tanpa ada “perubahan” (sesuai dengan realitasnya ) maka sikap yang seperti itulah yang disebut dengan jujur.

Seseorang dikatakan jujur apabila dia menyatakan kebenaran sesuai dengan fakta yang ada tanpa menambah dan menguranginya. Jujur harus menjadi akhlak dalam perkataan dan tindakan, termasuk isyarat tangan dan menggelengkan kepala. Terkadang diam pun bisa termasuk bagian dari ungkapan kejujuran.

Hakikat Kejujuran
Hakekat Jujur adalah selarasnya kabar dengan realita, baik berupa perkataan atau perbuatan. Dalam praktek dan penerapannya, secara hukum tingkat kejujuran seseorang biasanya dinilai dari ketepatan pengakuan atau apa yang dibicarakan seseorang dengan kebenaran dan kenyataan yang terjadi. Bila berpatokan pada arti kata yang baku dan harafiah maka jika seseorang berkata tidak sesuai dengan kebenaran dan kenyataan atau tidak mengakui suatu hal sesuai yang sebenarnya, orang tersebut sudah dapat dianggap atau dinilai tidak jujur, menipu, mungkir,berbohong, munafik atau lainnya.

PENGERTIAN KECURANGAN 

Curang atau kecurangan memiliki arti apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hari nuraninya. Orang tersebut memang dari hatinya sudah berniat curang dengan maksud memperoleh keuntungan tanpa bertenaga dan berusaha. Kecurangan menyebabkan orang menjadi serakah, tamak, ingin menimbun kekayaan yang berlebihan agar dianggap sebagai orang yang paling hebat, paling kaya, dan senang bila masyarakat disekelilingnya hidup menderita.

Bermacam-macam latar belakang orang melakukan kecurangan. Dilihat dari hubungan manusia dengan alam sekitarnya, ada 4 aspek yaitu aspek ekonomi, aspek kebudayaan, aspek peradaban dan aspek teknik. Apabila keempat aspek tersebut dilaksanakan secara wajar, maka segalanya akan berjalan sesuai dengan norma-norma moral atau norma hukum.

SEBAB-SEBAB ORANG MELAKUKAN KECURANGAN

-          Aspek ekonomi

Setiap berhak hidup layak dan untuk mewujudkan hal tersebut kita sebagai mahluk lemah, tempat salah dan dosa, sangat rentan sekali dengan hal – hal pintas dalam merealisasikan apa yang kita inginkan dan pikirkan. Melakukan segala cara untuk mencapai sebuah tujuan jahat tanpa melihat orang lain disekelilingnya.

-          Aspek Peradaban dan Kebudayaan

Aspek ini sangat mempengaruhi dari sikap dan mentalitas individu yang terdapat didalamnya “system kebudayaan” meski terkadang halini tidak selalu mutlak. Keadilan dan kecurangan merupakan sikap mental yang membutuhkan keberanian dan sportifitas.

-          Aspek Teknis.

Hal ini juga sangat dapat menentukan arah kebijakan bahkan keadilan itu sendiri. Terkadang untuk dapat bersikapadil,kita pun mengedepankan aspek perasaan atau kekeluargaan sehingga sangat sulit sekali untuk dilakukan.

PERHITUNGAN DAN PEMBALASAN

Perhitungan (Hisab) menurut hukum ialah perhitungan terhadap apa yang telah dilakukannya. Perhitungannya tidak berdasarkan kemauan manusia tapi sesuai dengan peraturan yang berlaku di wilayah tersebut. Dan kepadanya dikenai pembalasan berdasarkan apa yang telah dilakukan.


Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. Reaksi itu dapat berupa
perbuatan yang serupa, seimbang, tingkah laku yang serupa, dan tingkah laku yang seimbang. Pembalasan Frontal dengan melakukan serangan langsung seperti kata-kata kasar bahkan perlawanan fisik Perhitungan di muka hukum dengan menaaati peraturan bersaing dimuka hukum antara yang dilaporkan dan pihak pelapor.

PENGERTIAN NAMA BAIK

Nama baik bukan sekedar sebuah nama, tapi nama baik adalah sesuatu yang perlu dipertahankan dan dijaga. Sekali ternoda atau tercemar akan sulit memulihkannya. Apabila ingin memulihkan nama baik yang sudah tercemar, sebaiknya kita melakukan perilaku yang positif, dan tingah laku yang sopan dan satun. Selain itu kita harus bertobat kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berjanji tidak mengulangi perbuatan yang dapat mencemarkan nama baik.

HAKEKAT PEMULIHAN NAMA BAIK

Tingkah laku atau perbuatan yang baik dengan nama baik itu pada hakekatnya sesuai dengan kodrat manusia, yaitu :

a.       Manusia menurut sifat dasarnya adalah makhluk bermoral

b.      Ada aturan-aturan yang berdiri sendiri yang harus dipatuhi untuk mewujudkan dirinya sendiri sebagai pelaku moral.

PENGERTIAN PEMBALASAN

Pembalasan adalah sebuah perilaku yang diperlihatkan untuk mengembalikan perbuatan sesorang. Ada pembalasan dalam hal kebaikan dan ada pembalasan dalam hal keburukan.

Pembalasan juga bisa disebut sebagai hukuman ataupun anugrah, pembalasan diartikan sebagai hukuman ketika seseorang mendapatkan kejadian buruk setelah berbuat kejahatan kepada orang lain dan sebaliknya, pembalasan diartikan sebagai anugrah ketika seseorang mendapatkan keuntungan setelah orang tersebut berbuat baik kepada orang lain.

Pembalasan bisa datang dari sesama manusia ataupun dari Allah swt. Banyak cara untuk membuat hamba-Nya jera ataupun bahagia, karena rejeki atau musibah datang dari arah yang tidak pernah kita duga.

PENYEBAB DAN CONTOH PEMBALASAN

-          Karena melakukan perbuatan yang dilarang dalam hukum ataupun agama.

-          Karena ada suatu aksi atau perbuatan yang menyebabkan orang ingin merespon aksi tersebut.

-          Karena sebagai ucapan terimakasih (pembalasan atas perbuatan positif)

Contoh Pembalasan             

Sebagai contoh jika ada seorang anak laki-laki yang di bantu oleh temannya dalam mengerjakan tugas sekolah, maka dalam diri anaka tersebut ada keinginan untuk membalas perbuatan temannya. Pembalasan dalam contoh ini adalah pembalasan yang bersifat positif karena apa yang di lakukan oleh sang teman adalah hal yang positif juga. Maka anak tersebut akan berusaha membalas perbuatan baik temannya tesebut dengan berbagai cara, misalnya membantu dalam mengerjakan tugas sang teman, atau dengan hal lain yang bersifat positif.


Tetapi jika sang teman meakukan suatu hal yang negatif pada anak tersebut, maka dalam diri anak tersebut akan ada keinginan untuk membalas perbuatan sang teman dalam hal yang negatif pula. Misalkan sang teman berusaha mengejek anak laki-laki tersebut hingga dia tak mampu lagi menahan emosinya, bisa saja pembalasan yang akan dilakukan oleh anak tersebut adalah hal yang negatif seperti memukul sang teman hingga keduanya berkelahi, atau bisa saja pembalasan itu berupa ejekan balik yang pada akhirnya akan menimbulkan permusuhan.


Pembalasan yang positif cenderung akan menimbulkan hal yang positif. Sebaliknya, pembalasan yang negatif akan menimbulkan hal yang negaitf pula pada subjek.


Dalam Al-Qur’an terdapat ayat-ayat yang menyatakan bahwa Tuhan mengadakan pembalasan. Bagi yang bertakwa kepada Tuhan diberikan pembalasan dan bagi yang mengingkari perintah Tuhanpun diberikan pembalasan dan pembalasan yang diberikanpun pembalasan yang seimbang. yaitu siksaan di neraka.


Penderitaan berasal dari kata derita yang artinya menanggung atau menhan (dalam sansekerta) adalah keadaan yg menyedihkan yang harus ditanggung. Penderitaan merupakan realitas dunia. Intensitas penderitaan berbeda-beda, tergantung dari manusia itu sendiri menghadapinya.namun bagi sebagian orang, penderitaan justri merupakan titik bangkit untuk seseorang untuk maju.
Bentuk-bentuk penderitaan bermacam-macam dan bentuk penderitaan ini sangat relatif, karena penderitaan yang dirasakan tergantung pada penderitanya. Contoh bentuk-bentuk penderitaan:

1.    Penderitaan pada Anak-anak
Banyak bentuk penderitaan yang dialami oleh anak-amak. Seperti, yang dialami anak-anak di Suriah yang menderita kelaparan, perdagangan anak di Afrika dan beberapa negara lainnya, pelecehan seksual dan bullying yang sedang marak terjadi.

2.     Penderitaan pada Remaja
Di masa labil ini pasti banyak kesalahan-kesalahan yang diperbuat oleh para remaja dan banyak yang menimbulkan penderitaan. Salah satu contohnya adalah hamil di luar nikah.

3.    Penderitaan pada Orang Tua
Orang tua pun punya penderitaan yang ditanggungnya. Contohnya, KDRT, pemenuhan kebutuhan rumah tangga (bagi yang tidak mampu), dan perginya pasangan hidup yang meninggalkan banyak kenangan terkadang membuat orang-orang yang mengasihinya menderita.

SIKSAAN


Lain dengan penderitaan, lain juga dengan siksaan. Siksaan atau penyiksaan digunakan untuk merujuk pada penciptaan rasa sakit untuk menghancurkan kekerasan hati korban. Segala tindakan yang menyebabkan penderitaan, baik secara fisik maupun psikologis, yang dengan sengaja dilakukkan terhadap seseorang dengan tujuan intimidasi, balas dendam, hukuman, sadisme, pemaksaan informasi, atau mendapatkan pengakuan palsu untuk propaganda atau tujuan politik dapat disebut sebagai penyiksaan.

Ada tiga siksaan yang bisa menyebabkan perubahan psikis manusia.

1.       Kebimbangan
Kebimbangan muncul saat seseorang sedang berhadapan dengan beberapa pilihan. Bagi orang yang berpegang teguh dengan pendiriannya pasti tidak perlu repot-repot menerima saran dari orang-orang sekitarnya. Lain hal nya orang yang mudah terpengaruh orang-orang sekitarnya.

2.       Kesepian
Kesepian atau sendiri. Biasanya orang-orang seperti ini menganggap dirinya tidak mempunyaisiapa-siapa di dunia ini (antisosial).

3.       Ketakutan
Rasa takut jika di biarkan maka lama kelamaan akan berujung pada kekalutan mental,bahkan bisa menjadi gangguan kejiwaan.

PENYEBAB SESEORANG MERASA KETAKUTAN

Phobia adalah rasa ketakutan yang berlebihan pada sesuatu hal atau fenomena. Sebagai manusia biasa rasa takut sangat wajar dialami. Tapi terkadang, ketakutannya sangat tidak masuk akal, contohnya takut dengan ketinggian, tempat ramai, tempat tertutup, dan masih banyak lagi.

Salah satu yang menyebabkan seseorang menderita adalah traumatis, yang biasanya terjadi di masa lalu. Yang harus dilakukan untuk menghilangkan rasa takut adalah mengembangkan lebih banyak kepercayaan pada kemampuan untuk menerima apapun yang akan terjadi.

KEKALUTAN MENTAL

Kekalutan mental merupakan suatu keadaan dimana jiwa seseorang mengalami kekacauan dan kebingungan dalam dirinya sehingga merasa tidak berdaya. Saat mengalami kekalutan mental, keadaan ini diikuti oleh jatuhnya mental seseorang. Dengan mental yang jatuh, tidak jarang orang yang akan mengalami gangguan psikis. Sudah seharusnya orang yang mengalami kekalutan mental mendapatkan dukungan moriil dari orang terdekatnya.

Gejala-gejala awal saat seseorang menderita kekalutan mental.

1.       Sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung.

2.       Merasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah.

3.       Selalu iri hati dan curiga, ada kalanya dihinggapi khayalan, dikejar-kejar sehingga dia menjadi             sangat agresif, berusaha melakukan perusakan atau melakukan aksi diri dan bunuh diri.

4.       Komunikasi sosial putus dan ada yang disorientasi sosial.

5.       Kepribadian yang lemah atau kurang percaya diri sehingga menyebabkan yang bersangkutan               merasa rendah diri, ( orang-orang melankolis).

6.       Terjadinya konflik sosial – budaya akibat dari adanya norma yang berbeda antara dirinya dengan         lingkungan masyarakat.

Seperti yang dibahas tadi, bahwa kekalutan mental dapat menyebabkan munculnya gangguan psikis. Gangguan ini dapat menyebabkan adanya gangguan jiwa.

  Tahapan-tahapan gangguan jiwa adalah:

1.       Perubahan yang dialami penderita baik secara rohani maupun jasmani.

2.       Kepribadian yang lemah atau terlalu rendah diri.

3.       Kekalutan merupakan mental breakdown.

4.       Factor sosial dan lingkungan

5.       Factor phsycoeducational. Ini merupakan kesalahan proses pendidikan di masa lampau.

Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental dipengaruhi oleh factor lingkungan. Ada factor internal maupun eksternal, antara lain:

1.       Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna. Hal ini yang menyebabkan orang merasa rendah diri. Hal ini biasanya terjadi pada orang melankolis.

2.       Terjadinya konflik sosial-budaya akibat adanya norma yang berbeda antara yang bersangkutan dan yang ada dalam masyarakat, sehingga ia tidak dapat menyesuaikan diri.

3.       Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi berlebihan terhadap kehidupan sosial; overacting sebagai overkompensasi dan tampak emosional. Sebaliknya ada yang underacting sebagai rasa rendah diri yang lari ke alam fantasi.

HUBUNGAN PENDERITAAN DAN PERJUANGAN


Ada masanya saat seseorang akan mengalami penderitaan, entah penderitaan itu berat ataupun ringan. Penderitaan sudah seperti bagian dari kehidupan manusia. Manusia adalah makhluk yang berbudaya dan memiliki akal. Dari situlah manusia harus berusaha untuk mengatasi penderitaan tersebut. Penderitaan seperti sudah dikodratkan menjad bagian hidup dari manusia. Oleh karena itu, saat mengalami penderitaan kita harus bersikap optimis dan mengambil pelajaran dari yang dialami. Hal ini mampu membuat manusia menjadi lebih kreatif.

Pembebasan dari penderitaan pada hakekatnya adalah untuk melanjutkan hidup, karena bagaimanapun juga hidup itu pasti akan terus berlanjut. Caranya adalah dengan berjuang. Berjuang melewati sebuah penderitaan memang tidaklah mudah harus ada niat yang ditanam di dalam diri sendiri. Namun, tidak akan ada perjuangan yang sia-sia.


HUBUNGAN ANTARA PENDERITAAN, MEDIA MASSA, DAN SENIMAN

Seperti yang sudah kita bahas di atas, penderitaan merupakan cobaan hidup yang diberikan oleh sang Kuasa.

Di dalam dunia modern seperti sekarang ini kemungkinan terjadi penderitaan itu lebih besar. Hal ini telah dibuktikan oleh kemajuan teknologi dan sebagainya mensejahterakan manusia dan senjata, peluru kendali, pabrik bahan kimia merupakan sumber peluang terjadinya penderitaan manusia. Terkadang kemajuan teknologi ini memberikan dampak buruk kepada kelompok-kelompok tertentu. Seperti perak di Gaza. Semakin bertambah majunya teknologi, semakin canggih pula peralatan-peralatan perang yang ada dan itu justru membuat banyak orang menderita.

Selain perang, banyak juga contoh penderitaan lain seperti korban bencana alam, kekerasan, dan lain-lain. Dalam hal ini, ada salah satu manfaat yang diambil dari teknologi yaitu media massa. Media massa adalah alat yang dipergunakan dalam proses komunikasi massa, yakni komunikasi yang diarahkan kepada orang banyak (channel of mass communication). Banyak manfaat yang dapat kita ambil dari media massa. Seperti pemberitaan tentang bencana alam akan cepat tersebar luas, setelah itu akan banyak bantuan yang dating untuk para korban untuk mengurangi penderitaan yang mereka alami.

Selain melalu media massa, banyak hal yang tersalur melalui penderitaan. Salah satunya oknumnya adalah, seniman. Penderitaan dapat dimanfaatkan seorang seniman, karena seniman mempunyai perasaan yang peka atau melankolis sehingga dapat menciptakan karya-karya yang terinspirasi dari sebuah penderitaan. Mereka menghasilkan lukisan, puisi, lagu, dan masih banyak lagi.

SEBAB-SEBAB PENDERITAAN

1.       Perbuatan buruk manusia
2.       Nasib buruk
3.       Bencana
4.       Kemiskinan
5.       Kehilangan orang tua

PENGARUH PENDERITAAN


Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri. Selain itu dampak negative lainnya adalah munculnya sifat anti, misalnya anti kawin atau tidak mau kawin, tidak punya gairah hidup. Lain halnya dengan sifat negative, sifat positif disini bersifat membangun. Terbangun dari keterputukan, dan mencoba optimis terhadap takdir yang ada.



Referensi:
  • http://kamusbahasaindonesia.org/penderitaan/mirip
  • KamusBahasaIndonesia.org
  • http://risky17a.blogspot.co.id/2011/06/gejala-kekalutan-mental.html
  • http://anthoine.multiply.com/journal/item/120/KEKALUTAN_MENTAL



Keindahan adalah sifat-sifat yang merujuk kepada sesuatu yang indah di mana manusia mengekspresikan perasaan indah tersebut melalui berbagai hal yang mengandung unsur estetis yang dinilai secara umum oleh masyarakat. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau elok. Keindahan dipelajari sebagai bagian dari estetika, sosiologi, psikologi sosial, dan budaya Keindahan merupakan hal yang relative, karena nilai keindahan tergantung dengan darimana dan siapa orang yang menilainya.

PERBEDAAN KEINDAHAN ABSTRAK DAN SEBUAH BENDA YANG INDAH

Keindahan merupakan suatu konsep yang abstrak, tidak dapat dinikmati karena tidak jelas. Keindahan itu baru jelas jika telah dihubungkan dengan sesuatu yang berwujud atau suatu karya. Dengan kata lain keindahan itu baru dapat dinikmati jika dihubungkan dengan suatu bentuk. Dengan bentuk itu keindahan berkomunikasi. Menurut cakupannya orang harus membedakan keindahan sebagai suatu kualitas abstrak dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah. Untuk pembedaan itu dalam bahasa Inggris sering dipergunakan istilah “beauty” (keindahan) dan “the beautiful” (benda atau hal indah). Dalam pembatasan filsafat, kedua pengertian ini kadang-kaang dicampuradukkan saja.

KEINDAHAN YANG SELUAS-LUASNYA
Dalam arti yang luas, sebenarnya pengertian keindahan ini masih diambil dari bangsa yunani yang didalamnya mencakup pula kebaikan. Menurut beberapa ahli antara lain :
1.       Plato mengatakan bahwa watak yang indah adalah hokum yang indah;
2.       Aristoteles mengatakan bahwa keondahan merupakan sesuatu yang selain baik juga                             menyenangkan.
3.       Plotinus menuliskan dalam bukunya tentang ilmu yang indah dan kebijakan yang indah.
        
Dari beberapa ahli tersebut, bangsa Yunani tetap mengatakan bahwa keindahan adalah sesuatu           ilmu dan ada yang indah dan akan terus berlangsung.bangsa yunani lebih berbicara tentang arti           keindahan dalam arti estetik yang disebut sebagai ‘symmetria” untuk keindahan yang berdasarkan penglihatan semata dan harmonia untuk keindahan yang berdasarkan pendengaran. Keindahan yang seluas-luasnya meliputi :

a.       Keindahan Seni

Keindahan seni adalah sebuah keindahan yang tercipta dari hasil karya orang lain. Karya seni sangat identic dengan yang namanya keindahan yang dapat diamati oleh para pengamat objek seni.

b.      Keindahan Alam


Tidak akan ada yang menyangkal bahwa ciptaan Tuhan itu tidak pernah ada yang tidak sempurna. Semuanya pasti akan terlihat indah. Salah satu ciptan-Nya yang terlihat dan dapat kita nikmati adalah melalui keindahan alam.

c.       Keindahan Moral

Keindahan moral tercipta dari perilaku baik kita tiap harinya

d.      Keindahan Intelektual

Keindahan intelektual merupakan pemikiran mengenai pengetahuan.

Penilaian orang terhadapa suatu keindaha berbeda-beda ada yang menilai secara subyektif maupun objektif. Berikut ini adalah perbedaan nilai ekstrinsik dan nilai instrinsik keindahan;

Nilai ekstrinsik adalah  sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya ( instrumental/contributory) yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu.

Sedangkan, nilai instrinsik adalah setiap objek keindahan memiliki kualitas atau nilai yang berdiri sendiri.

KONTEMPLASI DAN EKSTANSI

Kontemplasi adalah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah yang merupakan suatu proses bermeditasi merenungkan atau berpikir penuh dan mendalam untuk mencari nilai-nilai, makna, manfaat dan tujuan atau niat suatu hasil penciptaan. Di kalangan umum kontemplasi diartikan sebagai aktivitas melihat dengan mata atau dengan pikiran untuk mencari sesuatu dibalik yang tampak atau tersurat misalnya, dalam ekspresi seseorang sedang berkontemplasi dengan bayang-bayang atau dirinya dimuka cermin. Dalam kehidupan sehari-hari orang mungkin berkontemplasi dengan dirinya sendiri atau mungkin juga dengan benda-benda ciptaan Tuhan atau dengan peristiwa kehidupan tertentu berkenaan dengan dirinya atau di luar dirinya.

Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan dan menikmati sesuatu yang indah. Eksansi sendiri memang bertujuan untuk menikmati suatu keindahan.
Jika kontemplasi dan ekstansi dihubungkan dengan kreativitas, maka kontemplasi merupakan suatu faktor pendorong untuk menciptakan keindahan, sedangkan ektansi merupakan faktor pendorong untuk merasakan dan menikmati sebuah keindahan.
Karena tingkat kontemplasi dan ekstansi orang berbeda-beda setiap orangnya, maka tanggapan tentang keindahan pun juga berbeda-beda.

TEORI DALAM RENUNGAN DAN TEORI DALAM KESERASIAN

Merenung adalah aktifitas berfikir mendalam (deep thinkings), diam-diam memikirkan sesuatu halteori-teori dalam renungan;
kejadian yang mendalam. Sedangkan termenung adalah gambaran tentang kondisi hanyutan sebuah pikiran, tentu saja ia kehilangan ofektivitasnya karena memang sedang terhanyut oleh pikiran yang ada. Ini adalah

1.       Teori Pengungkapan Dalil dari teori ini ialah bahwa “Art is an expression of human feeling”. Tokoh teori ekspresi yang paling terkenal ialah filsuf Italia Benedeto Croce (1886-1952) dengan karyanya yang telah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris.
2.       Teori Metafisik merupakan teori terutua dari Plato yang karya-karya tulisannya untuk sebagian membahas estetik filsafati, konsepsi keindahan dan teori seni.
3.       Teori Psikologis, salah satu contohnya adalah teori permainan yang dikembangkan oleh Freedrick Schiller (1757-1805) dan Herbert Spencer (1820-1903).

Sedangkan, keserasian adalah perpaduan, pertentangan, ukuran, seimbang. Terdapat dua teori keserasian:

1.       Teori Objectif dan subjektif

Teori Objectif berpendapat bahwa keindahan atau ciri-ciri yang menciptakan nilai estetika adalah sifat (kulitas) yang memang melekat dalam bentuk indah yang bersangkutan, terlepas dari orang yang mengamatinya.

Teori Subjectif menyatakan bahwa ciri-ciri yang menciptakan keindahan suatu benda itu tidak ada, yang ada hanya perasaan dalam diri sesorang yang mengamati suatu benda.

2.       Teori Perimbangan

Dalam arti yang terbatas yakni secara kualitatif yang di ungkapkan dengan angka-angka, keindahan hanyalah kesan yang subjectif sifatnya dan berpendapat bahwa keindahan sesungguhnya tercipta dan tidak ada keteraturan yakni tersusun dari daya hidup, penggembaraan, dan pelimpahan.




Refrensi: